laporan Praktikum Taksonomi Hewan Pisces



Pengamatan Morfologi Ikan Mas dan Ikan Lele

Qismatur rohmah
Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Jember
NIM: T20158030


ABSTRAK
Dalam praktikum yang telah kami lakukan adalah untuk untuk mengidentifikasi karakter morfologi dan klasifikasi pisces dengan spesies Cyprinus carpio, Parakysis anemalopteryxl berdasarkan kunci identifikasi, mengklasifikasikan spesimen pisces dan membuat dendogram spesimen pisces. Metode yang digunakan salah satunya mengamati karakter morfologinya. Ikan mas ( Cyprinus carpio )  merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak, yang termsuk dalam golongan teleostei. Tubuhnya terbungkus oleh kulit yang bersisik, berenang dengan menggunakan sirip dan bernafas dengan menggunakan insang. Ikan Mas mempunyai ciri-ciri badan memanjang, agak pipih, lipatan mulut dengan bibir yang halus, dua pasang kumis (babels). Ikan Mas termasuk kedalam hewan pemakan segala (omnivora) yang antaralain memakan serangga kecil, siput cacing, sampah dapur, potongan ikan, dan lain-lain. Dan tipe ekor homocerk ( bentuknya teratur ). Ikan lele (Parakysis anemalopteryxl  ) Tidak seperti ikan lainya, agak sulit untuk mengatakan bentuk badan lele secara tepat. Tengah badanya mempunyai potongan membulat, dengan kepala pipih kebawah (depressed), sedangkan bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih kesamping (compressed), jadi pada lele ditemukan tiga bentuk potongan melintang ( pipih kebawah, bulat dan pipih kesamping).


Kata kunci: Spesimen/Pisces/ Cyprinus carpio / Parakysis anemalopteryxl



PENDAHULUAN
Pengamatan yang telah kami lakukan bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi spesimen Pisces berdasarkan kunci identifikasi, mengklasifikasikan spesimen Pisces dan membuat dendogram spesimen Pisces. Informasi yang sangat jelas dari Allah SWT yang menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, dalam Surah: an-Nur ayat 45:
 

Artinya: “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengam dua kaki sedang bagian yang lain berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendakinya, sesungguhnya allah maha kuasa atas segala sesuatu.”

Ikan  merupakan makhluk ciptaan Allah yang sangat indah dan bisa dimakan leh manusia. Salah satunya yaitu ikan mas dan ikan lele. Ikan mas termasuk famili Cyprinidae yang mempunyai ciri-ciri umum, badan ikan mas berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compresed) dan mulutnya terletak di ujung tengah (terminal), di bagian mulut di hiasi dua pasang sungut, yang kadang-kadang satu pasang di antaranya kurang sempurna dan warna badan sangat beragam.Bentuk tubuh ikan mas agak memanjang dan memipih tegak (comprossed). Mulutnya terletak di bagian tengah ujung kepala (terminal) dan dapat disembulkan (protaktil). Di bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut. Di ujung dalam mulut terdapat gigi kerongkongan (pharyngeal teeth) yang terbentuk atas tiga baris gigi geraham.Secara umum hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik kecuali pada beberapavarietas yang hanya memiliki sedikit sisik. sisik ikan mas berukuran besar dan digolongkan ke dalam sisik tipe sikloid (lingkaran). Sirip punggungnya (dorsal) memanjang dengan bagian belakang berjarikeras dan di bagian akhir (sirip ketiga dan keempat) bergerigi. Letak sirip punggung berseberangan dengan permukaan sisip perut (ventral). Sirip duburnya (anal) mempunyai ciri seperti sirip punggung, yaitu berjari keras dan bagian akhirnya bergerigi. garis rusuknya (linea lateralis atau gurat sisi) tergolong lengkap, berada di pertengahan tubuh dengan bentuk melintang dari tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor. Organ vaskular yang utama pada ikan mas adalah cor atau jantung. Jantung memiliki dua ruang yaitu satu atrium dan satu ventrikel yang terletak di dekat insang. Ikan memiliki 2 macam pembuluh darah yaitu arteri dan vena .Peredaran darah pada ikan mas dimulai dari jantung, menuju insang untuk melalukan pertukaran gas. Selanjutnya darah dialirkan menuju ke dorsal aorta dan ke segenap organ-organ tubuh (kepala, otot badan, ginjal, dan semua organ pencernaan melalui kapiler). Sistem peredaran darah berupa sistem perderan darah tertutup dan peredaran darah tunggal. Pada sistem peredaran darah tunggal, darah melalui jantung hanya satu kali dalam satu kali peredaran. Jantung ikan terdiri dari dua ruangan, yaitu satu atrium (serambi) dan satu ventrikel (bilik). Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang akan mengalirkan darah dari atrium ke ventrikel. Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbondioksida mengalir ke sinus venosus, kemudian masuk ke atrium. Sinus venosus adalah ruang atau rongga jantung yang terletak di antara ventrikel dan atrium. Pada saat jantung mengendur, darah mengalir melalui klep, masuk ke dalam ventrikel. Dari ventrikel darah diteruskan ke konus arteriosus, kemudian menuju aorta vnetralis dan dilanjutkan ke insang. Di insang, aorta bercabang-cabang menjadi kapiler (pembuluh-pembuluh kecil). Kapiler-kapiler insang melepaskan karbon dioksida dan mengambil oksigen dari air. Dari kapiler-kapiler insang darah mengalir ke aorta dorsalis yang bercabang-bercabang. Dari cabang-cabang aorta dorsalis ini darah didistribusikan ke kapiler-kapiler di seluruh bagian tubuh untuk mengedarkan oksigen dan zat-zat maanan ke seluruh tubuh. Selain itu darah juga mengambil karbondioksida untuk dibawa kembali ke jantung melalui vena kava dan sinus venosus. Tubuh ikan lele tidak memiliki sisik, memiliki kulit berlendir, mempunyai pigmen hitam yang dapat berubah menjadi pucat apabila terkena cahaya matahari, tampak pula alat keseimbangan yang berupa gurat sisi dibagian tengah sisi trunchusnya. Ikan lele mempunyai sirip punggung dan sirip dubur yang memanjang sampai ke pangkal ekor namun tidak menyatu dengan sirip ekor, mempunyai senjata berupa patil atau taji untuk melindungi dirinya dari serangan atau ancaman dari luar yang membahayakan, panjang maksimum mencapai 400 mm. Ikan lele mempunyai sirip punggung (dorsal fin), sirip dubur (anal fin) dan sirip ekor (caudal fin) yang disebut ekor tidak berpasangan. Sirip dada (pectoral fin) dan sirip perut (abdominal fin) disebut sirip berpasangan. Ikan lele tidak mempunyai gelembung renang (vesica metatoria) yang merupakan alat keseimbangan naik turun dalam air, hal ini dikarenakan ikan lele lebih sering berada didasar perairan.


METODE PENELITIAN
Dalam pengamatan yang telah kami gunakan sebagai berikut, alat-alat yang dipakai yaitu alat seksi, papan seksi, kaca pembesar (loup), penggaris, buku identifikasi, dan lembar pengamatan, serta alat tulis. Bahan-bahan yang digunakan yaitu spesimen ikan mas dan ikan lele. Dalam pengamatan kali dilaksanakan pada hari kamis, pukul 13.00 sampai dengan selesai. Pengamatan dilakukan di Laboratorium IAIN Jember.
Pada pengamatan Pisces, langkah pertama yang kami lakukan menyiapkan alat dan bahan; langkah kedua, meletakkan spesimen di atas papan seksi; langkah ketiga, mengamati spesimen dengan menggunakan kaca pembesar (loup); langkah keempat, mencatat karakter morfologi yang meliputi : bentuk tubuh, daerah anterior dan posterior, warna tubuh, simetri tubuh, dan ukuran tubuh (panjang dan lebar); langkah kelima, menggambar secara skematis spesimen dan beri keterangan bagian-bagian tubuh yang ditunjuk.


HASIL
Adapun hasil pada praktikum pengamatan Pisces sebagai berikut :
a)      Klasifikasi Cyprinus carpiolinn

 
·         Kingdom         : Animalia
·         Filum               : Chordata
·         Kelas               : Actinopterygii
·         Ordo               : Cypriniformes
·         Famili              : Cyprinidae
·         Genus              : Cyprinus
·         Spesies                        : Cyprinus carpiolinn

b)      Karakter Morfologi Cyprinus carpiolinn
·         Warna tubuh              : orange
·         Warna abdomen        : orange
·         Sirip punggung          : 1
·         Sirip ekor                    : 1
·         Sirip anal                    : 1
·         Sirip dada                   : 2
·         Sirip perut                  : 2
·         Jari-jari sirip               : lemah mengerus
·         Kepala panjang          : 3,5 cm
·         Lebar mata                 : 0,8 cm
·         Tinggi /lebar : 4/3 cm
·         Tipe sungut                : pendek
·         Bentuk sirip                : homocercal
·         Bentuk sisik                : cyloid

a)      Klasifikasi Paraky anemolopteryxl

 
·         Kingdom                     : Animalia
·         Filum                           : Chordata
·         Kelas                           :Actinopterigii
·         Ordo                           : siluriformes
·         Famili                          : Parakysidae
·         Genus                          : Parakysis
·         Spesies                                    : Parakysis anemalopteryxl
b)     Karakter Morfologi Parakysis anemalopteryxl
·         Warna tubuh              :  hitam keabuan
·         Sirip punggung          : 1
·         Sirip ekor                    : 1
·         Sirip anal                    : 1
·         Sirip dada                   :2
·         Sirip perut                  : 2
·         Jari-jari sirip               : keras
·         Panjang kepala          : 6 cm
·         Tinggi/lebar               : 0,5/4,5 cm
·         Lebar mata                 : 0,3 cm
·         Tipe sungut                : panjang
·         Bentuk sirip                : Diphycercal
·         Jumlah sungut            : 3 pasang



PEMBAHASAN
Dari hasil praktikum  tentang  morfologi vertebrata dengan kelas pisces, dapat kami jelaskan dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan dengan spesies Ikan mas ( Cyprinus carpio ) dan Ikan lele (Parakysis anemalopteryxl ). Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Secara morfologis, ikan mas mempunyai bentuk tubuh agak memanjang dan memipih tegak. Ikan mas termasuk famili Cyprinidae yang mempunyai ciri-ciri umum, badan ikan mas berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compresed) dan mulutnya terletak di ujung tengah (terminal), di bagian mulut di hiasi dua pasang sungut, dan warna badan orange.Bentuk tubuh ikan mas agak memanjang dan memipih tegak (comprossed). Mulutnya terletak di bagian tengah ujung kepala (terminal). Di bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut. Secara umum hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik kecuali pada beberapavarietas yang hanya memiliki sedikit sisik. sisik ikan mas berukuran besar dan digolongkan ke dalam sisik tipe sikloid (lingkaran). Ikan lele mempunyai sirip punggung (dorsal fin), sirip dubur (anal fin) dan sirip ekor (caudal fin) yang disebut ekor tidak berpasangan. Sirip dada (pectoral fin) dan sirip perut (abdominal fin) disebut sirip berpasangan. Ikan lele tidak mempunyai gelembung renang (vesica metatoria) yang merupakan alat keseimbangan naik turun dalam air, hal ini dikarenakan ikan lele lebih sering berada didasar perairan.Sirip punggungnya (dorsal) memanjang dengan bagian belakang berjarikeras dan di bagian akhir (sirip ketiga dan keempat) bergerigi. Letak sirip punggung berseberangan dengan permukaan sisip perut (ventral). Sirip duburnya (anal) mempunyai ciri seperti sirip punggung, yaitu berjari keras dan bagian akhirnya bergerigi. Mulut terletak di ujung tengah. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek. Dan hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Pada ikan lele terdapat Sungut terdapat disekitar mulut lele yang berperan sebagai alat peraba atau pendeteksi makanan dan ini terdapat pada ikan yang aktif mencari makan pada malam hari (nokturnal). Rongga mulut pada ikan lele diselaputi oleh sel-sel penghasil lendir yang mempermudah jalannya makanan ke segmen berikutnya. Rongga mulut ikan lele juga terdapat organ pengecap yang berfungsi untuk menyeleksi makanan. Faring pada ikan berfungsi untuk menyaring makanan yang masuk, karena insang mengarah pada faring maka material bukan makanan akan dibuang melalui celah insang.


SIMPULAN
Dari pengamatan yang telah kita lakukan dapat disimpulkan bahwa  filum pisces memiliki sungut dan sirip yang tienya berbeda yang berperan sebagai alat peraba atau pendeteksi makanan.


DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A.dkk. 2003. Biologi Edisi 5 Jilid ke2. Jakarta : Erlangga

Djuri, S dan W. Madya. 2009. Mengenal Dunia Ikan. Bogor: Balai Diklat Kehutanan Bogor.
Harkness JE, Wagner JE. 1983. Biology and medicine of rabbits and Rodents. Philadelphia: Lea and Febriger.
 

Komentar