laporan praktikum taksonomi hewan



Struktur Morfologi Athropoda 

Qismatur rohmah
Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Jember
NIM: T20158030

ABSTRAK
Dalam praktikum yang telah kami lakukan adalah untuk untuk mengidentifikasi karakter morfologi dan klasifikasi arthropoda dengan spesies valanga nigricornis, Penaeus berdasarkan kunci identifikasi, mengklasifikasikan spesimen arthropoda dan membuat dendogram spesimen arthropoda. Metode yang digunakan salah satunya mengamati karakter morfologinya. Udang memiliki tubuh terdiri dari tiga bagian yaitu kepala dan dada (cephalothorax) serta perut (abdomen). Pada bagian kelapa terdiri dari antena, antenulle, mandibula dan dua pasang maxillae. Kepala dilengkapi dengan 3 pasang maxilliped dan 5 pasang kaki jalan (periopoda). Bagian dada terdiri dari 13 ruas, yaitu 5 ruas kepala dan 8 ruas dada. Bagian perut terdiri dari 6 ruas yang tersusun seperti genteng. Pada bagian perut juga terdapat 5 pasang kaki renang dan sapasang uropos (mirip ekor) yang membentuk kipas bersama-sama telson yang berfungsi sebagai alat pengemudi. Belalang  adalah salah satu jenis hewan herbivora yang termasuk dalam ordo orthoptera dengan famili Acrididae. Hewan ini memiliki dua antena dibagian kepala yang jauh lebih pendek dari bentuk tubuh. belalang ini juga memiliki femor belakang yang panjang dan kuat sehingga dapat lompat dengan baik, dan bahkan juga memiliki kebiasan – kebiasan mengerik atau mengeluarkan suara pada malam hari.


Kata kunci: Spesimen/Arthropoda/Valanga nigricornis/Penaeus



PENDAHULUAN
Pengamatan yang telah kami lakukan bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi spesimen Arthroproda berdasarkan kunci identifikasi, mengklasifikasikan spesimen Arthropoda dan membuat dendogram spesimen Arthropoda. Informasi yang sangat jelas dari Allah SWT yang menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dengan memperlihatkan gambaran kebangkitan manusia dari kubur seakan-akan belalang yang berterbangan, dalam Surah Al- Qamar (53) ayat 7 yang artinya:
Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kubur seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”.
Belalang merupakan makhluk ciptaan Allah yang tidak dipedulikan oleh manusia tetapi memiliki makna filosofi yang luar biasa. Ketika belalang telah siap keluar untuk beraktivitas, mereka tetap menanti sinyal panggilan untuk berkumpul. Belalang sangat bergantung satu dengan yang lain, karena pada kenyataannya mereka memiliki sifat kanibalisme. Ketika mereka berbaris melintasi gurun tandus, belalang dengan hati-hati melacak satu sama lain sehingga mereka tetap berada dalam jarak mencolok untuk mengkonsumsi satu sama lain. Dimana hal tersebut merupakan strategi yang sangat efisien untuk bertahan hidup. Dalam ayat ini Allah menggambarkan pada saat di bangkitkannya kembali seluruh manusia pada hari kiamat,mereka akan dibangkitkan seperti belalang yang beterbangan, kenapa Allah swt menjadikan belalang sebagai contoh,  Dalam firman Allah SWT, “…mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan”, manusia-manusia yang keluar dari kuburnya pada hari kebangkitan diibaratkan bagaikan belalang-belalang yang beterbangan Persamaan antara belalangdengan kebangkitan manusia pada hari kebangkitan nanti adalah sebagai berikut: Waktu yang lama, Berdesak desakan dibawah tanah, Dalam kerumunan yang padat, mereka menunggu datangnya sinyal untuk berkumpul, Ketika sinyal berkumpul telah diterima, maka mereka keluar secara bersama-sama dari dalam tanah menuju ke permukaan tanah dalam jumlah yang luar biasa banyaknya.

METODE PENELITIAN
Dalam pengamatan yang telah kami gunakan sebagai berikut, alat-alat yang dipakai yaitu alat seksi, papan seksi, kaca pembesar (loup), penggaris, jarum pentul, buku identifikasi, dan lembar pengamatan, serta alat tulis. Bahan-bahan yang digunakan yaitu spesimen Arthropoda. Dalam pengamatan kali dilaksanakan pada hari senin, pukul 10.30 sampai dengan selesai. Pengamatan dilakukan di Laboratorium IAIN Jember.
Pada pengamatan Arthropoda, langkah pertama yang kami lakukan menyiapkan alat dan bahan; langkah kedua, meletakkan spesimen di atas papan seksi; langkah ketiga, mengamati spesimen dengan menggunakan kaca pembesar (loup); langkah keempat, mencatat karakter morfologi yang meliputi : bentuk tubuh, daerah anterior dan posterior, warna tubuh, simetri tubuh, dan ukuran tubuh (panjang dan lebar); langkah kelima, menggambar secara skematis spesimen dan beri keterangan bagian-bagian tubuh yang ditunjuk.


HASIL
Adapun hasil pada praktikum pengamatan Athropoda sebagai berikut :
a)      Klasifikasi Valanga nigricornis
  
·         Kingdom         : Animalia
·         Filum               : Athropoda
·         Kelas               : Insecta
·         Ordo               : Orthoptera
·         Famili              : Acrididae
·         Genus              : Valanga
·         Spesies                        : Valanga nigricornis

b)      Karakter Morfologi Valanga nigricornis
·         Memiliki bentuk tubuh yang terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, dada dan perut. Memiliki 2 pasang sayap dan antena
·         Warna tubuh              : coklat
·         Warna abdomen        : kuning
·         Berkerangka luas (exoskeleton)
·         Panjang/lebar            :2,5/0,5 cm

c)      Klasifikasi Penaeus sp.
 
·         Kingdom                     : Animalia
·         Filum                           : Athropoda
·         Kelas                           :Crustacea
·         Ordo                           : Deapoda
·         Famili                          : Penaidae
·         Genus                          : Penaeus
·         Spesies                                    : Penaeus sp
d)     Karakter Morfologi Penaeus sp
·         Warna tubuh              :  putih dengan bintik-bintik merah
·         Simetri                                    : bilateral
·         Panjang/lebar                        : 10/62,5cm
·         Jumlah segmen           : 6
·         Jumlah kaki (swimming legs)                        : 4
·         Jumlah kaki (walking legs)                : 5
e)      Klasifikasi  Eurema daira
   
·         Kingdom                     : animalia
·         Filum                           :athropoda
·         Kelas                           :insecta
·         Ordo                           : Lepidoptera
·         Famili                          : Pieridae
·         Genus                          : Eurema
·         Spesies                                    :Eurema daira

f)       Karakter Morfologi Eurema daira
·         Warna tubuh              :hitam dan abdomen kuning
·         Bentuk tubuh             : memanjang dan bersayap
·         Simetri                        : bilateral
·         Panjang/lebar                        : 2,5/1 cm

g)      Klasifikasi  laba-laba
  
·         Kingdom                     : Animalia
·         Filum                           : Athropoda
·         Kelas                           : Aracnida
·         Ordo                           : Araneae
·         Famili                          : Polcidae
·         Genus                          :
                                   
h)     Karakter Morfologi laba-laba
·         Warna tubuh dorsal  : coklat tua dengan garis-garis hitam
·         Warna tubuh ventral : hitam

DENDOGRAM

PEMBAHASAN
Udang memiliki tubuh terdiri dari tiga bagian yaitu kepala dan dada (cephalothorax) serta perut (abdomen). Pada bagian kelapa terdiri dari antena, antenulle, mandibula dan dua pasang maxillae. Kepala dilengkapi dengan 3 pasang maxilliped dan 5 pasang kaki jalan (periopoda). Bagian dada terdiri dari 13 ruas, yaitu 5 ruas kepala dan 8 ruas dada. Bagian perut terdiri dari 6 ruas yang tersusun seperti genteng. Pada bagian perut juga terdapat 5 pasang kaki renang dan sapasang uropos (mirip ekor) yang membentuk kipas bersama-sama telson yang berfungsi sebagai alat pengemudi.Tubuh duang dibentuk oleh 2 cabang, yaitu exopodite dan endopodite. Udang windu mempunyai tubuh berbuku-buku dan aktivitas berganti kulit luar secara perodik yang biasa disebut dengan istilah moulting.Udang windu mempunyai 2-4 gigi pada bagian tepi vetral rostrum dan 6-8 gigi pada tepi dorsal moulting. Udang windu betina mempunyai thelicum sebagai alat reproduksi, terletak diantara pangkal kaki jalan ke-4 dan ke-5 dan lubang saluran kelaminya terletak diantara pangkal kaki ke-3, sedangkan alat kelamin udang jantan disebut petasma yang terletak pada kaki renang pertama.
Belalang  adalah salah satu jenis hewan herbivora yang termasuk dalam ordo orthoptera dengan famili Acrididae. Hewan ini memiliki dua antena dibagian kepala yang jauh lebih pendek dari bentuk tubuh. belalang ini juga memiliki femor belakang yang panjang dan kuat sehingga dapat lompat dengan baik, dan bahkan juga memiliki kebiasan – kebiasan mengerik atau mengeluarkan suara pada malam hari. Secara umum, belalang ini memiliki beberapa jenis seperti belalang kayu, belalang daun, belalang sembah dan lainnya. Belalang kayu secara umumnya memiliki sayap untuk terbang, namun jarang sekali digunakan untuk terbang. Belalang kayu ini memiliki bentuk tubuh yang terdiri dari 3 bagian utama, yaitu kepala, dada ( thorak ) dan perut ( abdomen ). Belalang kayu juga  memiliki 6 kaki yang bersendi, 2 pasang sayap, dan 2 antena. Kaki bagian belakang panjang yang digunakan untuk melompat dengan jauh dan tinggi, sedangkan kaki bagian depan pendek digunakan untuk berjalan.Belalang juga memiliki pendengaran yang tajam, meskipun tidak memiliki telinga. Alat pendengar belalang ini hampir disebut dengan nama tympanum dan terletak pada abdmon ( perut ) dekat bagian sayap. Typnpanum ini berbentuk sebuah disk bulat besar yang terdiri dari beberapa bagian prosesor dan memiliki syaraf uang digunakan untuk memantau getaran dari udara. Bebalang kayu juga memiliki 5 mata ( 2 compound eye dan 3 ecelli ). Belalang kayu ini termasuk hewan serangga yang bernafas menggunakan trakea, dan masuk kedalam kelompok hewa berkerangka luas ( exoskeleton ). Belalang kayu dewasa betina memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan belalang jantan dewasa  yaitu berkisar 58-71 mm sedangkan belalang jantan dewasa berkisar 49-63 mm dengan berat tubuh rata – rata mencapai 2-3 gram. Belalang ini banyak mengandung protein, mineral dan vitamin yang tinggi, sehingga banyak masyarakattmengkonsumsi belalang kayu ini dengan proses tertentu. Belalang ini dapat dijadikan sebagai makanan ringan, makanan berbentuk sate, makanan menurunan lemak  dan bahkan bahan obat herbal dan alternatif untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Kupu-kupu memiliki postur tubuh yang langsing, sayap berwarna cerah yaitu kuning, antena pada ujungnya membesar. Pada waktu istirahat sayapnya menutup dan tegak lurus dengan tubuh sehingga yang terlihat adalah permukaan sayap sebelah bawah.. Semua jenis kupu-kupu  melalui tahap-tahap hidup sebagai telur, larva, pupa dan akhirnya bermetamorfosa menjadi kupu-kupu atau ngengat. Kupu-kupu umumnya hidup dengan menghisap madu bunga (nektar/sari kembang). Panjang tubuh berukuran 5 sampai 7 mm sampai 28 cm dengan warna menyolok, serta tergolong ke dalam kelompok kupu-kupu yang mempunyai sayap yang kuat. Pupa menggantung dengan posisi tegak lurus dengan bantuan benang sutera pada bagian tengah tubuh.

Araneae adalah ordo terbesar dalam arachnida dan peringkat ketujuh dalam total keragaman spesies di antara seluruh ordo organismse. Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera, yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain. Laba-laba hanya memiliki dua segmen bagian depan disebut cephalothorax atau prosoma, yang sebetulnya merupakan gabungan dari kepala dan dada (toraks). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen (perut) atau opisthosoma. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle atau pedicellus. Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki, dan satu sampai empat pasang mata. Selain sepasang rahang bertaring besar (disebut chelicera), terdapat pula sepasang atau beberapa alat bantu mulut serupa tangan yang disebut pedipalpus. Pada beberapa jenis laba-laba, pedipalpus pada hewan jantan dewasa membesar dan berubah fungsi sebagai alat bantu dalam perkawinan.Laba-laba tidak memiliki mulut atau gigi untuk mengunyah. Sebagai gantinya, mulut laba-laba berupa alat pengisap untuk menyedot cairan tubuh mangsanya.


SIMPULAN
Dari pengamatan yang telah kita lakukan dapat disimpulkan bahwa  semua filum Athropoda memiliki kaki yang berbuku-buku dan tubuhnya bersegmen yang terdiri dari kepala , dada , dan perut. Fertilisasi terjadi secara internal

DAFTAR PUSTAKA




Almeida W O, dkk. “Polychaeta, Annelida, and Articulata are not monophyletic: articulating the Metameria (Metazoa, Coelomata)” International Journal on Soft Computing.  20 No 1 (2003).
Darmono. 1991. Budidaya Udang Penaeus. Yogyakarta: Kanisius.
Kalshoven, L. G. E. 1981. The Pests of Crops in Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.
Sumber: Anonim.F.2014. http://erickbio.files.wordpress.com/2012/08/siklus.png (diakses pada 25 Maret 2018)

Komentar