Laporan praktikum taksonomi hewan
Struktur Morfologi Echinodermata Dan
Mollusca
Qismatur rohmah
Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Jember
NIM: T20158030
ABSTRAK
Dalam
praktikum yang telah kami lakukan adalah untuk untuk
mengidentifikasi karakter morfologi dan klasifikasi Echinodermata dengan
spesies Arbacia sp, Colobocentrotus
atratus, Holothuria edulis serta Ophiocoma echinata sedangkan pada filum
Mollusca yaitu Loliga sp, Anoclonta
anatina, dan Achatina fulica berdasarkan kunci identifikasi, mengklasifikasikan
spesimen Echinodhermata dan Mollusca. dan membuat dendogram spesimen
Echinodermata dan Mollusca. Metode yang digunakan salah satunya mengamati
karakter morfologinya. Moluska adalah hewan
triploblastik slomata yang bertubuh lunak. Mollusca hidup di laut, air tawar,
payau, dan darat. Beberapa Mollusca memiliki cangkang. Filum Mollusca merupakan
filum terbesar kedua setelah Artropoda. Echidodermata adalah kelompok hewan
berduri yang bergerak lamban dengan bantuan kaki tabung dan berada di kelaman
laut. Istilah echinodermata berasal dari bahasa Yunani dari kata echi yang
berarti berduri, dan derma yang berarti kulit. Echinodermata hidup di laut atau
air payau. Echinodermata tidak hidup parasit, dengan beberapa spesies hidup
menempel (sesil). Pada Echinodermata dewasa mempunyai bagian tubuh berbentuk
simetri radial yaitu bagian tubuh yang mendistribusikan dalam susunan melingkar
disekitar poros tengah.
Kata kunci: Spesimen/Echinodermata/Mollusca
PENDAHULUAN
Pengamatan
yang telah kami lakukan bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi
spesimen Echinodermata, dan Mollusca berdasarkan kunci identifikasi,
mengklasifikasikan spesimen Echinodermata, dan Mollusca, dan membuat dendogram
spesimen Echinodermata dan Mollusca. Dalam penelitian ini diharapkan
menggunakan dasar-dasar Agama Islam sebagai alasan dilakukannya penelitiah
ilmiah, sperti yang telah dijelaskan
dalam Al-Quran surat An-Nur ayat 45 :
وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي
عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ
مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ
اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya : “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di antara perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedangkan sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yamg dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu”
Pada
filum Echinodermata terdapat Kelas
Echinoidea memiliki bentuk tubuh seperti bola dan ada beberapa yang
berbentuk pipih. Classis yang berbentuk bulat, pada bagian permukaan tubuhnya
dipenuhi dengan duri-duri yang panjang. Classis ini juga tidak memiliki lengan.
Contoh classis Echinoidea yang berbentuk bulat, yaitu Arbacia sp dan Colobocentrotus atratus. Sama halnya
dengan Echinoidea yang berbentuk bulat, Echinoidea yang tubuhnya pipih juga
tidak memiliki lengan. Hewan Echinoidea tubuhnya tanpa tangan dan berbentuk hampir
bulat atau gepeng. Rangkanya disusun dari keping-keping zat kapur. Echinoidea
merupakan hewan yang biasanya hidup di
daerah pantai, atas batu karang, dasar laut , dalam lumpur ,
sumur-sumuran daerah pantai , muara sungai (dengan membenamkan diri di tanah
liat atau di bawah karang). Hewan-hewan yang termasuk kelas ini berbentuk
bundar tak berlengan, tetapi memilki duri yang dapat digerakkan.
Pada
kelas Stelleroide yaitu seperti bintang, memiliki lengan yang lebih pipih dan
fleksibel Bintang ular adalah hewan dari filum Echinodermata, yang memiliki
hubungan dekat dengan Bintang laut.
Bintang ular memiliki nama ilmiah Ophiocoma sp. Hewan berjalan di dasar laut dengan menggunakan
lengan fleksibel untuk bergerak. Bintang ular umumnya memiliki lima lengan yang
sama panjang dan berbentuk seperti cambuk. Bintang ular tidak memiliki anus
ataupun usus. Kelamin pada bintang ular terpisah pada kebanyakan spesies.
Bintang ular memiliki gonad yang gamet disebar oleh bursal sacs. Hewan ini
tidak memiliki mata tetapi mempunyai
kemampuan untuk merasakan cahaya melalui reseptor pada epidermis. Bintang ular
memiliki kemampuan untuk meregenerasi kaki yang putus. Kemampuan tersebut
digunakan untuk melarikan diri dari predator. Bintang ular terdapat pada
habitat akuatik, simetri tubuhnya radial, hewan tersebut tidak mengalami
metamerisme ataupun tagmatisasi tetapi sudah memiliki coelom.
Pada
kelas Holothuroidea disebut juga mentimun laut atau teripang. Classis terakhir
dari phylum Echinodermata ini, memiliki tubuh yang lunak dan tidak berduri.
Mulut dan anus terletak pada bagian kutub yang berlawanan. Bagian mulut
Holothuroidea dikelilingi oleh tentakel-tentakel pendek. Tentakel tersebut
berfungsi membantu memasukkan makanan ke dalam mulut. Contoh spesies classis
ini adalah Holothuria atra. Hewan Holothuroidea hidup di dasar laut dengan cara
bersembunyi di lumpur atau pasir. Bentuk tubuhnya seperti ketimun atau
memanjang. Tubuhnya tidak kaku, tetapi fleksibel dan lembut karena rangkanya
direduksi berupa butir-butir kapur di dalam kulit. Hewan Holothuroidea bergerak
dengan tiga baris kaki pembuluh yang terdapat pada permukaan bawah (ventral)
dan dua baris kaki pembuluh dorsal dipakai untuk bernapas. Selain itu, ada alat
napas yang disebut paru-paru air. Contoh Holothuroidea adalah teripang dan
timun laut.Echinodermata mempunyai kemampuan untuk melakukan regenerasi bagian
tubuhnya yang hilang, contohnya timun laut. Apabila timun laut merasa dirinya
terancam, maka timun laut akan menyemprotkan organ tubuhnya agar mendapatkan kesempatan
untuk melarikan diri. Kelak, organ tubuh yang hilang akan tumbuh kembali.
Pada
filum Mollusca terdapat spesies Achatina
fulica termasuk dalam sub clasiss pulmonata dari clasiss gastropoda yang
merupakan kelompok mollusca yang sangat
besar. Bekicot merupakan siput
darat yang berhabitat terestrial,
hidupnya di tanah atau di darat. Hewan ini termasuk pulmolata yang memiliki
ciri-ciri tidak memiliki insang, rongga mantel yang berfungsi sebagai
peru-paru. Bekicot memiliki bentuk cangkang sederhana, yang spiralnya teratur,
kadang-kadang rudimenter. Tipe reproduksinya yaitu ovipar, namun ada beberapa
vivipar. Tubuh bekicot memiliki simertri bilateral dan sudah memiliki coelom.
Bekicot juga tidak mengalami metomorfisme dan tagmatisasi. Bagian-bagian yang terdapat
pada bekicot yaitu Apex , Sutura, Garis pertumbuhan, Tentakel ventral, Tentakel
dorsal, Mata dan Kaki perut. Bagian Kepala (Caput) ,terdapat Photoreseptor (Sepasang Tentakel yang panjang
,tegak ke atas), sebagai alat penerima rangsang cahaya karena memiliki Stigma (
mata di ujung tetakel, berbentuk bulat) dan Stylus (Tungkai tentakel) yang
dapat dijulurkan dan ditarik, Khemoreseptor (Tentakel pendek, sepasang ,
mengarah ke bawah ) sebagai alat penerima sensor kimiawi sekaligus sebagai alat
peraba, Rima Oris (Celah mulut), tepinya
bergigi halus (Radula) . Kaki perut (Gastropodos), lebar dan pipih, sebagai
alat gerak, memiliki banyak kelenjar penghasil mucus (Lendir). bagian Muskuler
ini dapat di Konsumsi, Anus (Muara saluran cerna ) nampak jelas,Porus Genitalis
(Muara organ genitalia), terletak di bagian Photoreseptor , berfungsi untuk
lewatnya penis pada saat Kopulasi.
Pada spesies Loliga
sp merupakan hewan bertubuh lunak dengan tubuh berbentuk silindris dan
berhabitat akuatik. Cumi-cumi masuk ke dalam Cephalopoda dengan nama ilmiah
Loligo sp. Sirip-siripnya berbentuk trianguler atau radar yang menjadi satu
pada ujungnya. Cumi-cumi memiliki 8
ekstrimitas dan 2 kaki yang dilengkapi dengan sucker atau penghisap. Tubuh
terdiri dari isi rongga tubuh (visceral mass) dan mantel. Lapisan isi rongga tubuh berbentuk silinder
dengan dinding sebelah dalam tipis dan halus. Mantel yang dimilikinya berukuran
tebal, berotot, dan menutupi isi rongga tubuh pada seluruh isi serta mempunyai
tepi yang disebut leher. Cumi-cumi berhabitat akuatik dengan
simetri tubuh bilateral dan
mengalami tagmatisasi.
METODE PENELITIAN
Dalam pengamatan yang telah kami gunakan
sebagai berikut, alat-alat yang dipakai yaitu alat seksi, papan seksi, kaca
pembesar (loup), penggaris, jarum pentul, buku identifikasi, dan lembar
pengamatan, serta alat tulis. Bahan-bahan yang digunakan yaitu spesimen
Echinodermata, dan spesimen Mollusca. Dalam pengamatan kali dilaksanakan pada
hari senin, pukul 10.30 sampai dengan selesai. Pengamatan dilakukan di
Laboratorium IAIN Jember.
Pada pengamatan Echinodermata, langkah
pertama yang kami lakukan menyiapkan alat dan bahan; langkah kedua, meletakkan
spesimen di atas papan seksi; langkah ketiga, mengamati spesimen dengan
menggunakan kaca pembesar (loup); langkah keempat, mencatat karakter morfologi
yang meliputi : bentuk tubuh, daerah anterior dan posterior, warna tubuh,
simetri tubuh, dan ukuran tubuh (panjang dan lebar); langkah kelima, menggambar
secara skematis spesimen dan beri keterangan bagian-bagian tubuh yang ditunjuk.
Pada pengamatan Mollusca, langkah pertama,
menyiapkan alat dan bahan; langkah kedua, meletakkan spesimen diatas papan
seksi; langkah ketiga, mengamati spesimen dengan menggunakan kaca pembesar
(loup); langkah keempat, mencatat karakter morfologi yang meliputi : bentuk
tubuh, daerah anterior dan posterior, warna tubuh, simetri tubuh, ukuran tubuh
(panjang & lebar); langkah kelima, menggambar secara skematis spesimen dan
memberi keterangan bagian-bagian tubuh yang ditunjuk.
HASIL
Adapun hasil pada praktikum pengamatan Echinodermata
sebagai berikut :
a)
Klasifikasi Ophiocoma echinata
·
Kingdom : Animalia
·
Filum : Echinodermata
·
Kelas : Stelleroidea
·
Ordo : Ophiurida
·
Famili : Ophiocomidae
·
Genus : Ophiocoma
·
Spesies : Ophiocoma echinata
b) Karakter Morfologi Ophiocoma echinata
·
Simetri tubuh : radial
·
Warna tubuh : hitam keabuan
·
Panjang dan lebar : 8/2 cm
·
Bagian tubuh berduri
·
Kingdom : Animalia
·
Filum : Echinodermata
·
Kelas :Echinoidea
·
Ordo : Arbacioida
·
Famili :
Arbaciadeae
·
Genus : Arbacia
·
Spesies : Arbacia sp
d) Karakter Morfologi Arbacia sp
·
Warna tubuh : abu-abu
·
Bentuk tubuh :bulat
·
Simetri : radial
·
Panjang/lebar : 7/6 cm
e) Klasifikasi Colobocentrotus atratus
·
Kingdom : animalia
·
Filum :Echinodermata
·
Kelas :Echinoidea
·
Ordo : Camorodonta
·
Famili : Echinometridae
·
Genus : Colobocentrotus
·
Spesies :Colobocentrotus atratus
f) Karakter Morfologi Colobocentrotus
atratus
·
Warna tubuh :hitam hingga ungu kecoklatan
·
Bentuk tubuh : bulat
·
Simetri : radial
·
Panjang/lebar : 9/8 cm
·
Kingdom : Animalia
·
Filum : Echinodermata
·
Kelas : Holothuroidea
·
Ordo :Aspidchirotida
·
Famili : Holothuridae
·
Genus :Holothuria
·
Spesies : Holothuria edulis
h) Karakter Morfologi Holothuria
edulis
·
Warna tubuh dorsal : coklat muda dengan garis-garis hitam
·
Warna tubuh ventral : hitam
·
Bentuk tubuh penampang bulat,sisi ventralcenderung
dalam dan lubang anus bulat
·
Posterior : anus
·
Anterior : mulut
·
Simetri : radial
Adapun hasil pada praktikum pengamatan Mollusca
sebagai berikut :
·
Kingdom : Animalia
·
Filum : Mollusca
·
Kelas :cepnalopoda
·
Ordo : Teuthidea
·
Family : Longinidae
·
Genus : Loligo
·
Spesies :Loliga sp
j)
Karakter
Morfologi Loliga sp
·
Warna
tubuh : ungu mix
putih bagian mantel, dan putih bintik-bintik ungu dari bagian siphen sampai
tentakel
·
Panjang
mantel : 9cm
·
Sipon
lengan : 7 cm
·
Tentakel :8 cm
·
Kingdom : Animalia
·
Filum : Mollusca
·
Kelas : Bivalvia
·
Ordo : Veneroida
·
Family : Unionoida
·
Genus : Anodonta
·
Spesies : Anodonta anatina
l)
Karakter
Morfologi Anodonta anatina
·
Bentuk
tubuh : oval
·
Warna
tubuh : coklat kehijauan
·
Panjang/lebar : 5/8 cm
·
Bentuk
cangkang : memanjang
·
Kingdom : Animalia
·
Filum : Mollusca
·
Kelas : Gastropoda
·
Ordo : Stylomathopora
·
Famili : Achantinidae
·
Genus : Achatina
·
Spesies : Achatina fulica
n)
Karakter
Morfologi Achatina fulica
·
Warna
tubuh : hitam keabuan
·
Warna
cangkang : coklat dengan garis
coklat susu
·
Badan
lunak, badan ditutupi cangkang
·
Cangkang
seperti kerucut
·
Panjang/lebar : 9/4 cm
PEMBAHASAN
Pada
filum Echinodermata terdapat Kelas
Echinoidea memiliki bentuk tubuh seperti bola dan ada beberapa yang
berbentuk pipih. Classis yang berbentuk bulat, pada bagian permukaan tubuhnya
dipenuhi dengan duri-duri yang panjang. Classis ini juga tidak memiliki lengan.
Contoh classis Echinoidea yang berbentuk bulat, yaitu Arbacia sp dan Colobocentrotus atratus. Sama halnya
dengan Echinoidea yang berbentuk bulat, Echinoidea yang tubuhnya pipih juga
tidak memiliki lengan. Hewan Echinoidea tubuhnya tanpa tangan dan berbentuk
hampir bulat atau gepeng. Rangkanya disusun dari keping-keping zat kapur.
Echinoidea merupakan hewan yang biasanya hidup di daerah pantai, atas batu karang, dasar laut ,
dalam lumpur , sumur-sumuran daerah pantai , muara sungai (dengan membenamkan
diri di tanah liat atau di bawah karang). Hewan-hewan yang termasuk kelas ini
berbentuk bundar tak berlengan, tetapi memilki duri yang dapat digerakkan.
Pada
kelas Stelleroide yaitu seperti bintang, memiliki lengan yang lebih pipih dan
fleksibel Bintang ular
adalah hewan dari filum Echinodermata, yang memiliki hubungan dekat dengan
Bintang laut. Bintang ular memiliki nama
ilmiah Ophiocoma sp. Hewan berjalan di
dasar laut dengan menggunakan lengan fleksibel untuk bergerak. Bintang ular
umumnya memiliki lima lengan yang sama panjang dan berbentuk seperti cambuk.
Bintang ular tidak memiliki anus ataupun usus. Kelamin pada bintang ular
terpisah pada kebanyakan spesies. Bintang ular memiliki gonad yang gamet
disebar oleh bursal sacs. Hewan ini tidak memiliki mata tetapi mempunyai kemampuan untuk merasakan cahaya
melalui reseptor pada epidermis. Bintang ular memiliki kemampuan untuk
meregenerasi kaki yang putus. Kemampuan tersebut digunakan untuk melarikan diri
dari predator. Bintang ular terdapat pada habitat akuatik, simetri tubuhnya
radial, hewan tersebut tidak mengalami metamerisme ataupun tagmatisasi tetapi
sudah memiliki coelom.
Pada
kelas Holothuroidea disebut juga mentimun laut atau teripang. Classis terakhir
dari phylum Echinodermata ini, memiliki tubuh yang lunak dan tidak berduri.
Mulut dan anus terletak pada bagian kutub yang berlawanan. Bagian mulut
Holothuroidea dikelilingi oleh tentakel-tentakel pendek. Tentakel tersebut
berfungsi membantu memasukkan makanan ke dalam mulut. Contoh spesies classis
ini adalah Holothuria atra. Hewan Holothuroidea hidup di dasar laut dengan cara
bersembunyi di lumpur atau pasir. Bentuk tubuhnya seperti ketimun atau memanjang.
Tubuhnya tidak kaku, tetapi fleksibel dan lembut karena rangkanya direduksi
berupa butir-butir kapur di dalam kulit. Hewan Holothuroidea bergerak dengan
tiga baris kaki pembuluh yang terdapat pada permukaan bawah (ventral) dan dua
baris kaki pembuluh dorsal dipakai untuk bernapas. Selain itu, ada alat napas
yang disebut paru-paru air. Contoh Holothuroidea adalah teripang dan timun
laut.Echinodermata mempunyai kemampuan untuk melakukan regenerasi bagian
tubuhnya yang hilang, contohnya timun laut. Apabila timun laut merasa dirinya
terancam, maka timun laut akan menyemprotkan organ tubuhnya agar mendapatkan
kesempatan untuk melarikan diri. Kelak, organ tubuh yang hilang akan tumbuh
kembali.
Pada
filum Mollusca terdapat spesies Achatina
fulica termasuk dalam sub clasiss pulmonata dari clasiss gastropoda yang
merupakan kelompok mollusca yang sangat
besar. Bekicot merupakan siput
darat yang berhabitat terestrial,
hidupnya di tanah atau di darat. Hewan ini termasuk pulmolata yang memiliki
ciri-ciri tidak memiliki insang, rongga mantel yang berfungsi sebagai
peru-paru. Bekicot memiliki bentuk cangkang sederhana, yang spiralnya teratur,
kadang-kadang rudimenter. Tipe reproduksinya yaitu ovipar, namun ada beberapa
vivipar. Tubuh bekicot memiliki simertri bilateral dan sudah memiliki coelom.
Bekicot juga tidak mengalami metomorfisme dan tagmatisasi. Bagian-bagian yang
terdapat pada bekicot yaitu Apex , Sutura, Garis pertumbuhan, Tentakel ventral,
Tentakel dorsal, Mata dan Kaki perut. Bagian Kepala (Caput) ,terdapat Photoreseptor (Sepasang Tentakel yang panjang
,tegak ke atas), sebagai alat penerima rangsang cahaya karena memiliki Stigma (
mata di ujung tetakel, berbentuk bulat) dan Stylus (Tungkai tentakel) yang
dapat dijulurkan dan ditarik, Khemoreseptor (Tentakel pendek, sepasang ,
mengarah ke bawah ) sebagai alat penerima sensor kimiawi sekaligus sebagai alat
peraba, Rima Oris (Celah mulut), tepinya
bergigi halus (Radula) . Kaki perut (Gastropodos), lebar dan pipih, sebagai alat
gerak, memiliki banyak kelenjar penghasil mucus (Lendir). bagian Muskuler ini
dapat di Konsumsi, Anus (Muara saluran cerna ) nampak jelas,Porus Genitalis
(Muara organ genitalia), terletak di bagian Photoreseptor , berfungsi untuk
lewatnya penis pada saat Kopulasi.
Pada
spesies Loliga sp merupakan hewan bertubuh lunak dengan tubuh berbentuk
silindris dan berhabitat akuatik. Cumi-cumi masuk ke dalam Cephalopoda dengan
nama ilmiah Loligo sp. Sirip-siripnya berbentuk trianguler atau radar yang
menjadi satu pada ujungnya. Cumi-cumi
memiliki 8 ekstrimitas dan 2 kaki yang dilengkapi dengan sucker atau penghisap.
Tubuh terdiri dari isi rongga tubuh (visceral mass) dan mantel. Lapisan isi rongga tubuh berbentuk silinder
dengan dinding sebelah dalam tipis dan halus. Mantel yang dimilikinya berukuran
tebal, berotot, dan menutupi isi rongga tubuh pada seluruh isi serta mempunyai
tepi yang disebut leher. Cumi-cumi berhabitat akuatik dengan
simetri tubuh bilateral dan
mengalami tagmatisasi.
Kerang hijau merupakan jenis
bivalvia dari kelompok Moluska yang berwarna hijau, berbentuk simetri bilateral
yang terdiri dari dua keping cangkang yang dihubungkan oleh ligamen pada bagian
dorsal serta memiliki ukuran panjang sekitar 80-100 mm. Insangnya
berlapis-lapis (Lameliibranchia) dan berkaki kapak (Pelecypoda) serta memiliki
benang byssus (NIMPIS, 2013).Bagian lunak dari tubuh bivalvia tertutup oleh dua
belahan yaitu mantel yang terletak antar tubuh dan cangkang. Bagian marginal dari setiap belahan memiliki 3
jaringan pengikat. Bagian luar dari jaringan pengikat dapat mensekresikan
material pembentuk cangkang yang berguna untuk pertumbuhan. Cangkang tumbuh
dari bagian umbo (bagian hinge) sehingga umbo merupakan bagian tertua dari
cangkang. Bagian jaringan pengikat yang lebih dalam merupakan pembesaran dari
otot dan berfungsi sebagai pengikat (Fox, 2001). bentuk kaki merupaka pelebaran dari bagian tubuh yang
berbentuk pipih lateral seperti kapak kecil, disebut pelecypoda. Memiliki dua
cangkang yang tipis dan simetris yang dapat dibuka tutup; dengan umbo yang melengkung
ke depan. Memiliki persendian yang halus dengan beberapa gigi yang sangat
kecil. Otot aduktor pada bagian anterior berukuran kecil, bahkan hampir tidak
ada. Cangkang berbentuk segitiga lonjong
dengan garis-garis pertumbuhan pada cangkang bagian luar yang jelas.
SIMPULAN
Dari pengamatan yang telah kita lakukan
dapat disimpulkan bahwa spesies Arbacia sp, Colobocentrotus atratus,
Holothuria edulis serta Ophiocoma echinata termasuk filum echinodermata
sedangkan pada filum Mollusca yaitu Loliga
sp, Anoclonta anatina, dan Achatina fulica.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell. 2008. Biologi.
Jakarta: Erlangga.
George H F. Biologi Edisi Kedua. Jakarta:
Erlangga, 2006.
Levine N D. Protozoologi Vertebrata. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press, 1995.
Sumber: Anonim.F.2014.
http://erickbio.files.wordpress.com/2012/08/siklus.png
(diakses pada 25 Maret 2018)
Suwignyo,Sugiarto.
2005. Avetebrata Air Jilid 1. Jakarta : Penebar Swadaya








Komentar
Posting Komentar