laporan praktikum taksonomi hewan



Klasifikasi dan Morfologi Annelida, Nematoda, Platyhelminthes

Qismatur Rohmah
Tadris Biologi, Tarbiyah, IAIN Jember
NIM: T20158030
ABSTRAK
Filum Annelida mencakup berbagai jenis cacing yang mempunyai ruas-ruas sejati seperti  lintah (Hirudo medicinalis). Annelida merupakan salah satu filum invertebrata yang memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan filum-filum invertebrata lainnya. Tubuhnya berongga (celomata) dan tripoblastik. Ascaris lumbricoides adalah nematoda usus atau cacing usus yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminth) yang dapat meyebabkan penyakit ascariasis, cacing ini disebut  juga dengan cacing gelang. Dalam periode hidupnya cacing ini memerlukan tanah untuk berkembang dan penularan cacing ini melalui perantara tanah. Fasciola hepatica adalah salah satu trematoda hati yang bersifat hermaprodit yang dapat menimbulkan penyakit fascioliasis. Parasit ini disebut juga dengan  Sheep Liver Fluke. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui kalsifikasi dan morfologi hewan-hewan tersebut.

Kata kunci: Annelida/Hirudo medicinalis; Nematoda/Ascaris lumbricoides;



PENDAHULUAN
Filum Annelida mencakup berbagai jenis cacing yang mempunyai ruas-ruas sejati seperti  lintah (Hirudo medicinalis). Annelida merupakan salah satu filum invertebrata yang memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan filum-filum invertebrata lainnya. Tubuhnya berongga (celomata) dan tripoblastik. Ascaris lumbricoides adalah nematoda usus atau cacing usus yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminth) yang dapat meyebabkan penyakit ascariasis, cacing ini disebut  juga dengan cacing gelang. Dalam periode hidupnya cacing ini memerlukan tanah untuk berkembang dan penularan cacing ini melalui perantara tanah. Fasciola hepatica adalah salah satu trematoda hati yang bersifat hermaprodit yang dapat menimbulkan penyakit fascioliasis.

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” (Kementerian Agama RI, 2009).

Ayat di atas menjelaskan bahwa pengetahuan Allah swt. menyeluruh sampai pada sesuatu yang terkecil itu menunjukan bahwa kekuasaan dan nikmat-Nya mencakup semua makluk sebab pengetahun-Nya bergandengan dengan kekuasaan-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa dan bukan hanya mereka yang kafir dan munafik yang diketahui keberadaannya dan dianugerahi rezeki-Nya itu, tetapi semua makhluk. Karena tidak ada sesuatu binatang melatapun di permukaan dan di dalam perut bumi melainkan atas Allah-lah melalui karunia-Nya menjamin rezekinya yang layak dan sesuai dengan habitat dan lingkunganya dengan menghamparkan rezeki itu. Mereka hanya dituntut bergerak mencarinya, dan Dia mengetahui tempat berdiamnya binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata, yakni tertampung dalam pengetahuan Allah ‘Azza wa jalla yang meliputi segala sesuatu atau termaktub dalam Lauh al-Mahfuzh (Shihab, 2002).

Ayat diatas menjelaskan tentang betapa sempurnanya apa yang telah diciptakan Allah di muka bumi. Allah swt. memberikan rezeki dan mengetahui dimana habitat atau tempat hidup semua makhluk yang telah diciptakannya, dalam hal ini termasuk organisme-organisme yang tergolong Annelida. Untuk itulah Allah memerintahkan kita untuk berpikir mengamati ciptaan-ciptaannya yang sempurna itu, agar kita dapat mensyukuri segala rezeki yang diberikannya, karena sesungguhnya Allah-lah pemilik seluruh alam semesta dan isinya. Beberapa spesies cacing yang termasuk ke dalam filum Annelida hidup di dalam air tawar, air laut dan juga di darat serta ada juga yang hidup sebagai parasit. Tubuhnya berkutikula dan licin. Terdapat sekitar 12,000 jenis di laut, air tawar dan daratan, terbagi menjadi tiga kelas (Levine, 1995). Berdasarkan penyataan diatas, maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengamati struktur morfologi dan anatomi organisme yang tergolong Annelida, Nematoda dan Platyhelminthes dan mengklasifikasikannya. Bahwa alam semesta merupakan realitas yang dihadapi manusia dan sampai kini baru sebagian kecil dapat diketahui atau diungkap oleh manusia. Semakin giat manusia meneliti alam semesta, semakin banyak pula rahasia kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang dapat dijadikan pelajaran agar manusia senantiasa berada di jalan takwa.
 Habitat lintah (Hirudo Medicinalis) yaitu umumnya ditemukan di air tawar, tetapi sebagian kecil ditemukan di laut dan darat. Apabila di darat biasanya dalam kondisi tempat yang hangat dan lembab.Peranan lintah (Hirudo Medicinalis) yaitu dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis. oleh karena itu sangat baik kegunaannya dan manfaatnya untuk penyembuhan penyakit bagi penderita sakit strok, penyumbatan syaraf. Lintah (Hirudo Medicinalis) yang hidup di sawah membunuh hama Ryieon karena menyerap darahnya. Protein lintah (Hirudo Medicinalis) ini juga boleh dijadikan minyak dan alternatif lain dalam penggunaan obat gosok. Lintah (Hirudo Medicinalis) itu sendiri dijadikan obat (berbekam, dijadikan alternatif kedua untuk membersihkan darah kotor, nanah dan mencantikkan kulit yang keriput). Lintah (Hirudo Medicinalis) juga menjadikan luka cepat sembuh.Lintah (Hirudo Medicinalis) termasuk filum Annelida karena temasuk kelompok hewan yang memiliki tubuh seperti sejumlah besar cincin kecil yang diuntai dan memiliki ruas-ruas (segment). Termasuk kelas Hirudinae karena tidak memiliki setae, rambut dan parapodia. Termasuk ordo Gnathobdella karena mempunyai 3 buah rahang dan faring yang tidak dapat dijulurkan. Termasuk dalam famili Hirudinae karena mempunyai 5 pasang mata. Termasuk dalam genus Hirudo karena mempunyai satu sampai beberapa lambung (ventrikulus) yang besar.
Ascaris lumbricoides dewasa hidup di dalam usus, cacing betina mampu bertelur rata-rata 200.000 butir perhari, telur ini kemudian keluar dari tubuh hospes bersama tinja. Apabila ditanah kondisinya menguntungkan dalam jangka waktu 3 minggu akan menjadi infektif. Apabila telur infektif tertelan manusia telur akan menetas menjadi larva rhabditiform di usus, kemudian larva akan menembus dinding usus dan masuk ke vena atau pembuluh limfe, ikut dalam sirkulasi darah, ke jantung dan kemudian sampai paru-paru. Dalam kapiler alveoli larva rhabditiform kemudian menembus dinding alveoli, masuk ke rongga alveoli, bergerak ke atas menuju bronkhus dan sampai glottis. Kemudian dari glottis larva tertelan masuk esofagus dan tumbuh menjadi dewasa di usus. Lama siklus hidup cacing ini dari terjadinya infeksi sampai cacing dewasa bertelur memerlukan waktu sekitar 2 bulan, dan cacing dewasa dapat hidup selama 12 – 18 bulan.
Fasciola hepatica adalah salah satu cacing terbesar di dunia, mencapai panjang 30 mm dan lebar 13 mm. Organisme yang dikenal sebagai Fasciola hepatica adalah jenis dari cacing, yang merupakan trematoda parasit.Fasciola hepatica memiliki bentuk seperti daun, menunjuk pada bagian ujung atau posterior, dan lebar di depan atau anterior, meskipun bentuknya sedikit bervariasi. Mulut pengisap kecil tapi kuat dan terletak di ujung proyeksi bentuk kerucut di ujung anterior. Asetabulum lebih besar daripada mulut pengisap dan terletak di anterior.Kulit internal ditutupi dengan duri besar, dan seperti sisik. Ceca usus atau mirip usus buntu pada manusia sangat dendritik dan meluas ke dekat ujung posterior tubuh. Testis yang besar dan sangat bercabang di belakang ovarium.
0,5

METODE PENELITIAN
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium terpadu IAIN Jember yang bertujuan untuk mengklasifikasikan dan menentukan morfologi dari masing-masing spesies yaitu Ascaris Lumbricidae, Fasciola Hepatica dan Hirudo medicinae. Langkah pertama menyiapkan spesies tersebut yang kami dapatkan di pasar tanjung Jember kemudian langkah selanjutnya menyiapkan alat dan bahan yang berupa alkhol, papan sexi dan sarung tangan dan juga masker. Kemudian spesies tersebut diletakkan di atas papan sexi kemudian diamati morfologinya dan mengklasifikasikannya, langkah selanjutnya mencatat hasil yang kami amati.

HASIL
a.       Lintah (Hirudo Medicinalis)

 
·         Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum                : Annelida
Classis              : Clitellata
Sub kelas         : Hirudinea
Ordo                 : Arhynekobdellae
Familia             : Hirudinidae
Genus               : Hirudo
Species             : Hirudo medicinalis
·         Morfologi
Bentuk tubuh : Gilig, tidak memiliki setae dan parapodia, memiliki alat hisap anterior     dan posterior dan bersegmen
Anterior          : Mounth
Posterior         : Anus
Warna             : bagian dorsal coklat muda dan bagian ventral coklat tua
Simetri tubuh  : Bilateral
Ukuran            : p 7,5/l 1,8/ bb 8,1
b.      Cacing (Ascaris Lumbricoides)
 
·         Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Nematoda
Kelas : Secernentea
Ordo : Ascaridida
Famili : Ascarididae
Genus : Ascaris
Spesies : Ascaris lumbricoides
·         Morfologi
Bentuk tubuh            : bulat, silindris, tidak bersegmen, runcing dikedua ujungnya
Anterior                    : Mounth
Posterior                   : Anus
Warna tubuh             : putih tulang
Simetri tubuh            :bilateral
Ukuran                      :p 31,8/l 0,6/ bb 5,7
c.       Cacing hati (Fasciola Hepatica)
 
·         Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Platyhelminthes
Kelas : Trematoda
Ordo : Echinostomida
Famili : Fasciolidae
Genus : Fasciola
Spesies : Fasciola hepatica
·         Morfologi
Bentuk tubuh         : pipih
Warna tubuh         : cream
Simetri tubuh         : bilateral
Ukuran tubuh        : p 2,5/ l 0,5 cm/bb 0,1



PEMBAHASAN


Ascaris lumbricoides atau yang lebih dikenal dengan cacing gelang merupakan salah satu cacing yang merugikan bagi manusia dari kelas Nematoda dalam salah satu Filum Nemathelminthes. Ascaris lumbricoides termasuk ke dalam Nematoda intestinal yaitu nematode yang berhabitat di saluran pencernaan manusia dan hewan. Sebagian besar dari nematode ini adalah penyebab masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.Ascaris lumbricoides hidup di dalam usus karena di dalam usus halus cacing perut ini dapat memperoleh makanan. Ascaris lumbricoides umumnya hidup sebagai parasite dalam usus manusia khususnya pada anak-anak dan ia menyerap sari makanan dari usus tersebut. Hewan ini bersifat kosmopolit (terdapat disegala tempat), terutama di daerah tropis.Cacing Ascaris lumbricoides merupakan spesies dari genus Ascaris yang termasuk kelas Nematoda memiliki ciri-ciri atau morfologi yaitu:  Dinding tubuh tersusun dari kutikula, Epidermis dan lapisan otot yang memanjang di mana terdapat saluran ekskresi lateral,  Tali-tali syaraf dorsal dan ventra dihubungkan oleh cincin syaraf anterior, Cacing betina dalam umur dewasa dan keadaan yang sama lebih besar dari yang jantan, Cacing jantan ekornya menggulung,  Ascaris lumbricoides tergolong organisme tripoblastik pseudocoelomata (tripoblastik yang berongga semu artinya rongga tubuhnya terisi organ-organ sehingga tidak mutlak sebagai rongga, seperti yang dijumpai pada tripoblastik coelomate ), Pada cacing jantan, salah satu ujung tubuhnya menggulung, Pada cacing betina, salah satu ujung tubuhnya tidak menggulung, Ujung tubuh cacing baik cacing jantan ataupun betina meruncing dan permukaan tubuhnya licin,Mulut terdapat pada ujung anterior, mempunyai tiga buah bibir (1 buah bibir dorsal dan 2 bibir ventrolat).
Fasciola hepatica adalah salah satu trematoda hati yang bersifat hermaprodit yang dapat menimbulkan penyakit fascioliasis. Parasit ini disebut juga dengan Sheep Liver Fluke.Siklus Hidup Fasciola hepatica yaitu Telur keluar bersama tinja → menetas di air menjadi mirasidium → masuk ke hospes perantara 1 (keong air) → berkembang menjadi sporokista → redia 1 → redia 2 → serkaria → keluar dari hospes perantara 1 → menempel pada hospes perantara 2 (tumbuhan air) → berkembang menjadi meteserkaria → jika tumbuhan air yang mengandung metaserkaria tertelan hospes definitif → akan terjadi ekskistasi di dalam duodenum → menembus dinding usus → cavum abdominalis → menembus kapsul hepar →parenkim hepar → saluran empedu → menetap dan berkembang menjadi dewasa dalam waktu ± 12 minggu. Morfologi Fasciola hepatica cacing dewasa Fasciola hepatica Berbentuk pipih seperti daun dengan bentuk bahu yang khas, karena adanya cephalic cone (tonjolan konis), sedangkan bagian posterior lebih besar,Mempunyai 2 buah batil isap (sucker) yaitu oral sucker dan ventral sucker yang sama besarnya.
Lintah (Hirudo Medicinalis) yaitu secara umum, berbadan leper, bersegmen, mempunyai 34 gelang dan penghisap anterior (oral sucker) serta penghisap posterior (caudal sucker) pada ujungnya yang berfungsi mengeluarkan campuran lendir dan lekapan dari otot-otot di keenam segmen tersebut agar terus terhubung dan merembeskan enzim pencegah pembekuan darah dalam sistem darah makhluk hidup yang dihisap. Anatomi lintah (Hirudo Medicinalis) tersusun atas kerongkongan (faring) yang dilengkapi tiga rahang yang berbentuk seperti setengah gergaji yang dihiasi sampai 100 gigi kecil yang berfungsi untuk merusak kulit  dan menghisap darah. Pada air liur lintah terdapat sekurang-kurangnya 15 jenis zat aktif. Di antaranya ialah sejenis zat yang sama seperti yang terkandung di dalam putih telur, hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah, dan mengandung penisilin. Memiliki otot radial (radial muscles) yang berfungsi sebagai alat gerak dan penghisap. Pembuluh darah dorsal (sinus dorsal) yang berfungsi sebagai tempat aliran darah, poros usus (rectum) sebagai saluran sisa metabolisme, usus (duedenum) yang berfungsi sebagai organ pencernaan, dan tembolok (crop) sebagai tempat penampung darah. Sistem pencernaan terdiri dari mulut (oral), kerongkongan (faring), tembolok (proventriculus), lambung (ventrikulus), poros usus (rectum), anus. Sistem pencernaan  lintah (Hirudo Medicinalis) dimulai dari mulut (oral), terus ke kerongkongan (faring) yang berotot (segmen 4-8) dan dikelilingi dengan kelenjar ludah. Kelenjar ini menghasilkan sekret yang mengandung bahan anti-koagulasi (mencegah mengentalnya darah). Dari kerongkongan (faring) terus ke tembolok (proventriculus) yang dilengkapi dengan 11 pasang kantung lateral memanjang sampai segmen ke-18. Kantung-kantung yang memanjang itu kemudian bersatu lagi menjadi lambung (ventriculus) yang di sebelah dalamnya terdapat lipatan-lipatan spiral internal yang berguna untuk mencerna darah yang mengalir dari tembolok (proventriculus) secara berangsur-angsur. Dari lambung (ventriculus) saluran digesti melanjut ke usus, poros usus (rectum), dan berakhir sebagai anus disebelah posterior. 

SIMPULAN
Cacing AscarIs lumbricaidus tubuhnya tidak bersegmen, licin dan bagi yang jantan ekornya menggulung dan yang betna ekornya tidak menggulung, tubuhnya runcing dikedua ujungnya, dan cacing Fasciola Hepatica memiliki tubuh yang pipih dan simetri tubuh bilateral, dan pada hirudo medicinalis tubuhnya bersegmen dan tidak memiliki setae, pada anterior dan posterior memiliki alat hisap.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A.dkk. 2003. Biologi Edisi 5 Jilid ke2. Jakarta : Erlangga.
Fitriyani, Ety. 2015.  Prevalensi Fasciolosis Pada Sapi Potong Di Kecamatan Malusettasi Kabupaten Barru. Skripsi. Makassar: Program Studi Kedokteran Hewan  Fakultas Kedokteran  Universitas Hasanuddin.
Guntoro, S. 2002. Membudidayakan Sapi Bali. Yogyakarta: Kanisius.
Inriani, Noveling. 2015. Identifikasi Cacing Nematoda Pada Saluran Pencernaan Babi Di Makassar. Makassar: Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.


Komentar