Pengamatan
Platyhelminthes dan Annelida
Qismatur
Rohmah
Tadris Biologi, Tarbiyah, IAIN
Jember
NIM: T20158030
ABSTRAK
Platyhelminthes merupakan sekelompok
organisme yang tubuhnya pipih, bersifat tripoblastik, tidak berselom,tergolong
tripoblastik aselomata karena memiliki tiga lapisan embrional yang terdiri dari
ektoderma, endoderma, dan mesoderma. Sistem pencernaan cacing pipih disebut
sistem gastrovaskuler, dimana peredaran makanan tidak melalui darah tetapi oleh
usus. Ektoderm tipis yang dilapisi oleh kutikula yang berfungsi melindungi
jaringan dibawahnya dari cairan hospes. Cacing ini tidak memiliki anus.
Terdapat beberapa kelas yaitu turbellaria, trematoda dan cestoda. Sedangkan
filum Annelida yaitu cacing yang bersegmen, antara segmen satu dan yang lainnya
terdapat sekat yang disebut sapta. Jenis annelida ini yaitu cacing tanah yang
kami temukan ditanah yang lembab, yang memiliki tubuh memanjang, gilig, dengan
segmentasi nampak jelas dari luar sebagai lipatan-lipatan kutikula, terdapat
empat pasang bulu sikat atau disebut seta. Cacing tanah bernapas melalui
kutikula yang menutupi seluruh tubuhnya. Peredran darah tertutup melinkari
faring. Pada praktikum ini bertujuan untuk mengetahui struktur morfologi dan
anatomi dari hewan filum annelida dan platyhelminthes serta
mengklasifikasikannya. Kami melakukan pengamatan terhadap jenis cacing
platyhe;menthes dan annelida. Masing-masing menggunakan dua jenis cacing yaitu Lumbricus
sp
dan polychaeta sedangkan untuk platyhelminthes yaitu Pseudobiceros dan dan Dugesia sp.
Kata kunci: Platyhelminthes/Polychaeta; Annelida/tripoblastik; seta/kutikula
.
PENDAHULUAN
Filum
Platyhelminthes merupakan filum yang paling
primitif diantara semua filum dalam grade bilateria. Merupakan kelompok hewan
yang pertama memperlihatkan pembentukan lapisan dasar ketiga yaitu mesoderm,
ekstoderm, endoderm. Ekstoderm adalah tipis yang dilapisi oleh kutikula yang
berfungsi melindungi jaringan dibawahnya dari cairan hospes. Sistem ekskresi
hanya saluran utama yang mempunyai lubang embuangan keluaran tidak memiliki
sistem sirkulasi. Adanya mesodermis pada embrio inilah yang memungkinkan
terbentuknya sebagian besar sistem organ pada kelompok hewan ini. Allah SWT
berfirman dalam surat al-Jatsiyah
وَفِى
خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِنْ دَابَّةٍ اَيَتٌ لِقَوْمِ يُوْقِنُوْنَ (4) .
Artinya:
Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran
dimuka bumi terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk kaum yang meyakini.
Dari
penjelasan diatas jelas bahwa Allah menunjukkan, dia yang telah menciptakan
segala apa yang ada di langit maupun penghuni-penghuni nya dengan sempurna,
baik itu manusia sampai dengan aneka jenis binatang-binatang melata dalam hal
ini termasuk platyhelminthes dan annelida.Bahwa alam semesta
merupakan realitas yang dihadapi manusia dan sampai kini baru sebagian kecil
dapat diketahui atau diungkap oleh manusia. Semakin giat manusia meneliti alam
semesta, semakin banyak pula rahasia kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang
dapat dijadikan pelajaran agar manusia senantiasa berada di jalan takwa.
Tubuh
Platyhelmintes tertutup epidermis dan dibagian ventral mengandung silia yang
berfungsi untuk merayap. Platyhelminthes dibagi atas beberapa kelas yaitu kelas
tubellary yang hidup di air tawar, bipalium dan geoplana yang hidup pada tanah
dan kelas trematoda. Sedangkan Annelida atau cacing tanah mempunyai bentuk
tubuh memanjang, gilig, dengan tubuh bersegmen yang nampak jelas dari luar
sebagai lipatan-lipatan kutikula. Tubuh bersegmen panjang dan bundar, memiliki alat gerak
yang berupa bulu-bulu kaku atau disebut seta pada setiap segmen.
METODE PENELITIAN
Praktikum pengamatan morfologi dan
anatomi Platyhelmenthes dan Annelida dilakukan pada hari senin, 19 Maret 2018
di Laboratorium Terpadu IAIN Jember. Praktikan menggunakan alat-alat seperti
papan seksi, jarum pentul, Lup. Sedangkan bahan yang kami gunakan yaitu cacing
berjenis platyhelminthes dan annelida. Langkah pertama menyiapkan alat dan
bahan tersebut kemudian cacing-cacing tersebut direndam pada alkohol dan diletakkan
dipapan seksi secara bergantian kemudian digambar cacing tersebut berdasarkan
morfologinya dan anatominya serta memberikan keterangan pada setiap gambar,
serta mengklasifikasikannnya. Dan untuk mengamati anatomi cacing tersebut
langkah pertama diletakkan cacing tersebut diatas papan seksi kemudian ditusuk
kedua ujung tubuhnya dengan jarum pentuk dan selanjutnya disayat secara
melintang dan diamati anatomi cacing dan kemudian digambar hasil pengamatan
tersebut.
HASIL
Hasil dari pengamatan kami terhadap cacing
Platyhelminthes yaitu
a. Cacing
laut (Pseudobiceros)
·
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Platyhelminthes
Kelas : Rhabditophora
Ordo : Polycladida
Family : Pseudocerotidae
Genus : Pseudobiceros
·
Karakter Morfologi
Bentuk tubuh : melebar, pipih
Warna tubuh : putih kekuningan dengan warna bintik coklat
Simetri tubuh : bilateral
Ukuran tubuh :P 4,3 / L 3 cm
b. Planaria
(Dugesia sp)
·
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum :Platyhelminthes
Kelas : Rabditophora
Ordo :
Tricladida
Famili : Dugesiidae
Genus : Dugesia
Spesies : Dugesia sp.
·
Karakter Morfologi
Bentuk tubuh : Pipih
Daerah anterior dan posterior
Warna tubuh :coklat bening
Simetri tubuh : bilateral
Panjang tubuh : 0,4 cm
Hasil
pengamatan pada cacing Annelida yaitu
a. Cacing
tanah (Lumbricus sp)
·
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Annelida
Kelas : Clitellata
Ordo :Haplotaxida
Famili :Lumbicidae
Genus : Lumbricus
·
Karakter Morfologi
Bentuk
tubuh : Panjang bersegmen,
tipoblastik
Warna tubuh : Coklat
Simetri
Tubuh : Bilateral
Ukuran
tubuh : P 10/ L 0,5 cm
b. Polychaeta
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Filum :
Annelida
Kelas :
Polychaeta
Ordo :
Phyllodocida
Family :
Nereididae
Karakter Morfologi
Bentuk tubuh :panjang
bersegmen bulu
Warna tubuh :hijau kekuningan
Simetri tubuh :
simetri bilateral
Ukuran tubuh :
P 7/ L0,4 cm
PEMBAHASAN
Pada cacing pseudobiceros habitatnya hidup di
laut, merupakan hewan tripoblastik aselomata , tubuhnya pipih melebar dan
warnanya putih kekuningan serta terdapat bintik hitam di seluruh tubuhnya,
memiliki simetri bilateral, memiliki panjang 4,3 cm dan lebar 3 cm. Sedangkan
pada jenis dugesia yaitu platyhelminthes yang memiliki silia pada permukaan
tubuhnya yang berfungsi sebagai alat gerak dan terdapat sepasang bintik mata
yang berfungsi membedakan antara gelap dan terang, bentuk tubuhnya
rabdit/tongkat, hewan ini hidup di air yang jernih yang ditemukan didesa
karangpring. Sedangkan reproduksi aseksualnya dilakukan dengan cara fragmentasi
dan bagian potongan tubuhnya itu akan melakukan regenerasi sehingga membentuk
individu yang baru. Memili panjang tubuh 0,4 cm. Permukaan tubuh licin dan
bentuk tubuh pipih dan simetri bilateral.
Pada kelompok Annelida yang pertama
yaitu lumbricus sp atau cacing tanah yang memiliki tubuh memanjang silindris,
simetris bilateral dan tubuhnya bersegmen, pada segmen ke 14 terdapat
citellium, mulut terdapat di ujung anterior yang berfungsi sebagai organ
pencernaan yang pertama kali mencerna makanan, memiliki clitelum yang berfungsi
sebagai kantung untuk meletakkan telur, dan permukaan dilapisi kutikula,
dinding tubuh dilengkapi otot, mempunyai sistem peredaran darah tertutup.
Sistem respirasi terdapat pada epidermis, sistem pencernaan memanjang dari
mulut di anterior, usus dan anus di posterior, memiliki beberapa seta pada
tubuhnya yang bersegmen. Pada struktur anatominya faring terletak didalam
segmen ke 4 dan ke 5 yang bersifat muscular. Polychaeta struktur tubuh nya memanjang dan terdapat bulu
di seluruh bagian samping tubuhnya, simetri bilateral, berwarna hijau kekuningan, habitat cacing ini di laut yang
ditemukan di Papuma Jember.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil tersebut dapat
disimpulkan bahwa filum platyhelminthes bertubuh pipih dan bilateral sedangkan
pada filum Annelida memiliki tubuh memanjang dan silindris serta memiliki seta
sebagai alat gerak.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell,NA.
2003. Biologi Edisi kelima jilid II. Jakarta, Erlangga.
Keng
R, 1972. Freshwather Planarians (Turbellaria) of North America. Dapartement of
Infertebrate Zoology. Washington
Arumiasih SA, 2013. Pengaruh Variasi Lama
Rendaman Dan Konsentrasi Perasan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Terhadap Kandungan Timbal Pada Cacing tanah Skripsi.Dipublikasikan.Diakses
melalui http://eprints. undip.ac.id/39786/1/4645.pdf pada tanggal 24 Maret 2015



Komentar
Posting Komentar